Kemunculan Patung Pertama di Dunia dan Awal mula menyembah berhala

Jalalain.com - Kemunculan Patung Pertama di Dunia dan Awal mula menyembah berhala

Kisah Bani ADAM AS



Patung merupakan hiasan, simbol, atau perwujudan dari seni imajinasi dalam pikiran manusia yang di gambarkan melalui objek benda mati. Patung bisa juga disebut benda tiga dimensi karya manusia yang diakui secara khusus sebagai suatu karya. Orang yang menciptakan patung disebut pematung.

Tapi tahukah kalian Patung Pertama Kali di Bumi ini? menurut cendekiawan Islam, Kisah Ini bermula dikala Adam dan Hawa diturunkan ke muka bumi

Turunnya Nabi Adam dan Hawa dimulainya kehidupan manusia di bumi, di wilayah gunung Nuth, India dengan nama aslinya Gunung Rahuun.

Memulai kehidupan dengan melahirkan keturunan-keturunan Adam dan Hawa, tentunya dengan hidup nomaden alias berpindah-pindah dengan tujuan mencari tempat yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik, dan pemenuhan kebutuhan hidup yang lebih baik, sejalan pertumbuhan jumlah keturunan Adam dan Hawa tersebut, daerah penyebaran penduduk pun makin meluas ke segala penjuru mata angina. Beberapa abad kemudian dunia menjadi ramai pada abad tersebut.

Mulai dari abad pertama sampai abad ke lima, keturunan Adam dan Hawa tersebut hidup dalam kedamaian, aman dan tentram, dengan kepercayaan dan keyakinan yang benar sesuai dengan ajaran yang dibawakan oleh Adam dan Hawa tentang keesaan Allah SWT. 

Namun, memasukai abad-abad berikutnya, pada turunan Adam dan Hawa kelima atau keenam, mulailah timbul kerusakan dalam kepercayaan mereka terhadap ajaran yang diberikan Adam dan Hawa sebagai nenek moyang mereka. Lalu terjadilah berbagai kerusakan dan perselisihan diantara mereka. 

Diriwayatkan, oleh Athiyyah dari Ibnu Abbas r.a., bahwa ketika Adam wafat, semuanya baik dan beriman, tetapi kemudian hampir seluruhnya seperti menjadi tak beriman lagi, bahkan kezaliman diantara mereka merajalela dimana-mana.

Oleh karena itulah, Allah SWT lalu mengutus Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul untuk membimbing mereka dengan memberi kabar-kabar dan ancaman. Nabi pertama yang diutus Allah SWT adalah Nabi Idris AS (Abad keenam setelah wafatnya nabi Adam), namun nabi Idris AS mereka dustakan, sampai beliau wafat. 

Sepeninggal Nabi Idris AS, manusia ada yang kafir dan jahat, namun ada pula beberapa orang yang hidup secara baik sehingga mereka dicintai oleh kaum kerabatnya dan orang-orang yang ada disekitar mereka. 

Diantar mereka itu ada 5 orang yang amat masyhur, yaitu bernama Wad, Suwa’, Jaghuth, Ja’uuq dan Nasr.

Diiksahkan, menurut Hisyam, kelima orang tersebut meninggal pada dalam bulan yang sama berturut-turut sehingga menyebabkan kegemparan yang amat sangat bagi keluarga dan orang-orang yang mencintai mereka itu. 

Kemudian, salah seorang dari kerabat mereka yang sangat cinta mengusulkan kepada teman-teman dan kerabatnya agar kelima orang baik yang telah meninggal dunia itu dibuatkan gambar-gambar berupa patung-patung yang menyerupai mereka sekedar untuk kenang-kenangan supaya dapat melepaskan teragak atau rindu hati terhadap masing-masing. Usul tersebut diterima orang banyak dengan gembira. Lalu dicarilah orang-orang yang pandai menggambar dan mematungkannya.

Mereka buatlah lima patung (berhala) yang pertama di dunia, yang masing-masing diberi nama dengan nama-nama dari orang yang meninggal tersebut, yaitu : Wad, Suwa’, Jaghuth, Ja’uuq dan Nasr. 

Begitulah, patung-patung tersebut sering mereka datangi untuk melihatnya, mereka hormati, kadang-kadang dengan ucapan-ucapan tertentu. Pada abad kedua, cara membesarkan dan menghormati patung-patung itu semakin ditingkatkan. Dalam pada itu, timbulah berbagai-bagai cerita dongeng tentang patung-patung atau berhala-berhala tersebut, cerita-cerita yang sangat mempengaruhi jiwa manusia yang mendengarkannya. 

Dalam abad ketiga, mulailah timbul dogma-dogma, mithos atau kepercayaan-kepercayaan yang bersifat mistik. 

Mereka katakan, bahwa nenek moyang kita dahulu sangat menghormati patung-patung tersebut sehingga mendatangkan manfaat dan syafaat bagi mereka. Lalu patung-patung itu mereka sembah, puja-puja. 

Timbulah kepercayaan penyembahan patung-patung dan lambat-laun patung-patung itulah dijadikan sebagai Tuhan mereka. Ketika manusia tersebut menjadikan patung sebagai tuhannya dan mereka menyembahnya, terjadi pada abad 12 setelah wafatnya Adam AS.

Sedangkan untuk patung tertua di dunia yang diketemukan adalah Patung Dewa Shigir dapat disebut sebagai salah satu bagian yang paling penting dan misterius dari seni pra sejarah dari Eropa Kuno. 

Pahatan kayu kuno, yang saat ini berdiri di sebuah museum di Rusia, diperkirakan berumur 10000 tahun, membuatnya berumur 4000 hingga 5000 tahun lebih tua daripada monument Stonehenge yang terkenal dan dua kali lebih tua dari piramida Mesir. Tidak hanya sebagai patung kayu tertua di dunia, namun dengan berdiri setinggi bangunan dua lantai membuatnya sebagai patung kayu tertinggi dari dunia kuno. 

Diutusnya NUH AS

Sampailah kisah ini di zaman Nabi Nuh AS. Nabi Nuh AS diutus oleh Allah ketika berhala dan thagut disembah oleh manusia. Kala itu Manusia mulai terjerumus dalam kesesatan dan kekafiran. Nabi Nuh AS adalah Rasul pertama yang diutus kepada penKaum Nabi Nuh adalah Bani Rasib.


Allah Swt berfirman dalam Al Qur’an Surat Nuh ayat 23 : “Dan mereka berkata : Dan jangan sekali-sekali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa’, yaghuts, ya’uq, dan nasr.”

Wadd, suwaa’,  yaghuts, ya’uq, dan nasr adalah nama-nama orang shalih dari kalangan kaum Nuh. Dahulunya, mereka adalah orang-orang shalih yang hidup dimasa antara Adam dan Nuh. 

Mereka mempunyai pengikut yang senantiasa mencontoh mereka. Setelah mereka meninggal, maka para sahabat mereka yang senantiasa mencontoh mereka berkata : “Sekiranya kita membuat patung mereka, niscaya akan membuat hati kita untuk beribadah karena mengingat mereka.” Maka mereka pun membuat patung orang-orang shalih tersebut. 

Ketika mereka meninggal dan datang generasi selanjutnya, maka iblis mendatangi mereka seraya berkata : “Mereka (generasi sebelumnya) menyembah patung-patung ini dan dengan patung-patung ini pula mereka meminta hujan.” Maka mereka pun menyembah patung-patung tersebut.

Wadd, salah satu berhala yang disembah kaum Nabi Nuh, dulunya adalah orang shalih. Dia adalah anak Nabi Adam yang tertua dan paling berbakti kepada Nabi Adam.   Dia sangat dicintai oleh kaumnya. Ketika ia meninggal, maka orang berdiam diri disekitar kuburannya di daerah Babilonia dan bersedih atas kepergiannya.

Ketika iblis melihat kesedihan mereka, maka ia menyerupai seorang manusia dan berkata : “Saya melihat kalian sangat bersedih atas kepergia orang ini. Maukah aku buatkan sebuah patung yang menyerupainya, kemudian kalian letakkan di tempat perkumpulan kalian agar senantiasa mengingatnya?”

Maka merekapun meletakkan patung di tempat perkumpulan mereka dan mereka senantiasa mengingatnya. Ketika iblis mendapati orang-orang selalu mengingat keberadaan Wadd, maka iblis berkata: “Maukah kalian aku buatkan patung yang menyerupainya yang dapat diletakkan oleh masing-masing dari kalian di rumah kalian agar bisa mengingatnya terus??” Merekapun menjawab: “Ya, kami mau.” Maka iblis membuat patung Wadd di setiap rumah. Orang-orang pun kemudian terus menerus mendatangi dan mengingatnya.

Kemudian anak-anak mereka melihat apa yang orang tuanya lakukan pada patung tersebut sehingga banyak keturunan yang terlahir dan malestarikan tata cara mengingat Wadd. Sampai pada akhirnya, cucu-cucu mereka menyembah selain Allah. Jadi, benda yang pertama kali disembah selain Allah adalah patung Wadd.

Setelah malapetaka dan kerusakan menyebar di muka bumi akibat penyembahan patung-patung, maka Allah taala mengutus seorang hamba dan rasulNya, Nuh alaihissalam untuk menyeru manusia agar menyembah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Nabi Nuh menyeru kaumnya dengan bermacam-macam dakwah baik di waktu siang ataupun malam, terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kemunculan Patung Pertama di Dunia dan Awal mula menyembah berhala"

Post a Comment